Rahasia Sehat Ramadhan ..!!
Ramadhan adalah
bulan yang sangat diidam-idamkan oleh
umat islam. Ramadhan juga penuh dengan
keberkahan serta kenikmatan yang yang melimpah. Pintu taubat pun tela terbuka.
Maka dengan itu bulan ini sangat istimewa bagi umat manusia, dengan waktu 30 hari
kita mendapatkan banyak hadiah dan kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya,
bagi yang bisa mengambil hikmah dan manfaatnya. Akan tetapi bila tidak bisa
mengambil manfaatnya tidak akan ada keistimewaan apapun. Maka dengan itu bergembiralah wahai umat
islam..! karena engkau orang yang beruntung dibulan suci dan penu barokah ini.
Namun selain
mendapat pahala yang berlipat ganda , nikmat yang terhitung jumlahnya, dan
ampunan dari yang Allah. Bulan suci ramadhan ini juga membawa manfaat kesehatan
bagi.
Mari kita
simak penjelasan berikut ini...!!
Apa manfaat puasa bagi kesehatan manusia? Di antaranya
adalah:
1. Pengaruh
pada hormon virgisteron Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi
gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi
penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan
harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan
peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang
besar untuk tetap pada kondisi subur.
2. Bermanfaat
bagi jantung Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan
yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa tidak
mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein.
Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat
terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan
HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi
kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian
"chronobiological" menunjukkan saat puasa berpengaruh terhadap ritme
penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan
glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga
berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.
3. Sangat
efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan
osmosis urin Penghentian konsumsi air
selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta
meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml
osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan
terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan
volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal
pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu
fungsi dan kerja sel darah merah.
4. Dalam
keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menarik kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menarik kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
5. Penurunan
berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
6. Bermanfaat
dalam pembentukan sperma Manfaat lain ditunjukkan dalam penelitian pada
kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon
testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata
hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan
sperma melalui perubahan hormon hipotalamuspituatari testicular dan
pengaruh kedua testis.
7. Memperbaiki kondisi
mental secara bermakna Seorang peneliti
diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk
skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental
yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa juga
mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal,
meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak
lagi.
8. Peningkatan
komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.
Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.
9. Menurunkan
adrenalin Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah
saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan
jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi
otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah
koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke
jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan
kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut
ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak
seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. Berbagai kajian ilmiah melalui
penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat
bulan ramadan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya
banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara
umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah
tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah secara ilmiah. Wajar saja, bahwa
puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang
terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mujizat dalam kesehatan manusia.
10. Keseimbangan
anabolisme dan katabolisme Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam
berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa
ramadan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam
amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya
memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.
Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan
sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi
protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan ¡brinogen. Hal ini tidak
terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam
jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di
bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.
11. Tidak akan
mengakibatkan pengasaman dalam darah Kemudian juga berbeda dengan starvasi,
dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan
dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman
dalam darah.
12. Tidak berpengaruh
pada sel darah manusia Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel
darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel
darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan
dengan orang yang tidak berpuasa.
13. Pengaruh pada
janin saat ibu hami berpuasa Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi
dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan
tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama
satu bulan untuk mengevaluasi efek ramadan pada janin, pengukuran Doppler
ultrasonograf¡ dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan
panjang tulang paha janin (FL), sistol/diastol (S/D) rasio. Kortisol serum ibu,
trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high
density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan
LDL/HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah. Hasil penelitian
menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua
kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perkiraan kenaikan berat badan
janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S/D.
14. Penurunan
glukosa dan berat badan Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas
Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan,
indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein
densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low
density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah. Studi ini menunjukkan
bahwa puasa menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada
penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan
dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan. Tampaknya efek puasa pada tingkat
lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon
kelaparan biokimia. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok Ketika berpuasa
ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma
tiroksin (TS), tiroksin bebas, tironintriyodium dan hormon perangsang
gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.(my/yy).